MPLS SMA Al Muniroh 2022/2023

MPLS SMA Al Muniroh 2022/2023. Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) menjadi momen yang sangat penting bagi peserta didik baru. Tahun Pelajaran 2022/2023 SMA Al Muniroh menyelanggarakan MPLS dengan moda tatap muka dengan berbagai pertimbangan kebijakan stakehlder dan kapasitas peserta didik baru yang hanya memenuhi 2 rombel (51 siswa). Namun pelaksanaan MPLS tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Pelaksanaan MPLS di SMA Al Muniroh dilaksanaan sedikit lebih maju dari tanggal yang di tetapkan dalam juknis  Panduan MPLS Dinas Pendidikan Jawa Timur yakni tanggal 16, 17, dan 18 Juli 2022. Hal ini dilakukan karena posisi SMA Al Muniroh berada di lingkungan komplek pendidikan yakni Lembaga Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah. Selain itu, juga untuk meminimalisir terjadinya berkerumumnya masa peserta didik yang besar.

Tema Pelaksanaan MPLS di SMA Al Muniroh mengacu pada panduan MPLS Provinsi Jawa Timur tahun 2022 yaitu “Mengembangkan potensi karakter siswa untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila”.

Apel MPLS 2022/2023

Penyematan kartu peserta MPLS SMA Al Muniroh oleh Bapak Kepala Sekolah

Hari pertama MPLS di buka dengan pelaksanaan apel pagi, Kepala sekolah (Bapak Moh. Agus Suudi Faiz, S.H) sebagai instruktur utama membuka dan memberikan motivasi kepada peserta didik baru. Dalam sambutannya, Beliau menekankan 3 perkara penting yang harus selalu menjadi motivasi dalam mencari ilmu “Bismillah, Berkhidmah, Istiqamah”. 3 perkara inilah yang harus di ejahwentahkan oleh peserta didik. “Bismillah yang mengandung arti niat harus selalu di libatkan dalam semua perkara. Tanpa niat yang tulus anda semua tidak akan pernah mencapai tujuan yang menjadi cita-cita anda, tutur beliau”.

Lebih lanjut, beliau berkata “Berkhidmah dalam mencari ilmu tujuannya adalah melaksanakan tugas siswa sesuai dengan kapasitasnya. Membaca, jangan pernah di tinggalkan karena Nabi Muhammad sendiri ketika pertama kali menerima wahyu perintahnya aadalah Iqra”. Berkhidmah selalu menjaga almamater, menjunjung tinggi nilai-nilai budaya kearifan lokal karena kita ini berbasis pesantren”.

Yang terakhir pesan beliau, “Semua usaha yang sudah dilakukan tanpa dibarengi dengan Istiqamah maka akan kurang sempurna”.

Selanjutnya, materi yang pertama adalah pengorgnisasian sekolah yakni mengenal citra profil SMA Al Muniroh dan wawasan wiyata mandala. Mengenalkan sejarah SMA Al Muniroh kepada peserta didik baru yang disampaikan oleh Wakil kepala sekolah bagian Mutu (Bapak Khusnul Ibad Al Mudzakkir, S.Pd.I) sangat penting karena membentuk image peserta didik baru untuk selalu menjaga almamater.

Wawasan wiyata mandala, tujuan utama yang harus dicapai melalui materi ini adalah siswa baru dapat mengetahui dan mengenal dengan baik lingkungan sekolah. Sacara umum wawasan wiyata mandala adalah pandangan dan pemikiran terhadap sekolah sebagai kawasan/lingkungan pendidikan.

Dengan demikian, membantu terciptanya tata tertib di sekolah dengan mematuhinya. Siswa berusaha untuk memanfaatkan waktu se-efisien mungkin dalam belajar. Memanfaatkan fasilitas belajar yang ada sebaik mungkin dan menjaganya agar tetap dalam kondisi optimal.

Visi, Misi, dan tujuan sekolah juga menjadi bahasan materi di hari pertama pelaksanaan MPLS. Mengenalkan profil pelajar pancasila juga menjadi bagian penting yang tak terpisahkan karena di tahun ajaran ini, siswa kelas 10 sudah menerapkan kurikulum merdeka. “Ini penting!, anak-anak harus dibekali karakter dan mengerti tentang profil pelajar pancasila, harapannya anak-anak kedepannya bisa menjadi pembelajar sepanjang hayat, menerapkan poject profil pelajar pancasila sesuai dengan tujuan pendidikan Nasional”.

Materi yang disampaikan tidak monoton karena di antara pemberian materi ada mini game yang mendorong semangat anak-anak dalam mengikuti materi tersebut. Kegembiraan siswa-siswi tampak begitu meluap ketika banyak yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan sebabnya di setiap pertanyaan ada kupon reward yang bisa di tukar dengan barbagai macam hadiah di akhir pelaksanaan MPLS.

Selama 90 menit di sesi yang pertama sudah selesai, kemudian dilanjutkan dengan pengenalan materi pengorganisasian kurikulum. Pengorganisasian Kurikulum disampaikan langsung oleh wakil kepala sekolah bagian akademik (Bapak Nur Halim, S.E). Selain menyampaikan proses KBM dan cara dan gaya belajar kepada peserta didik baru, tata tertib juga menjadi sub domain penting yang harus di mengerti oleh siswa. Isi tata terib sekolah secara garis besar adalah berupa tugas dan kewajiban siswa yang harus dilaksanakan, larangan dan sanksi.

Intinya Agar siswa mengetahui tugas, hak dan kewajibannya. Siswa mengetahui hal-hal yang diperbolehkan dan keativitas meningkat serta terhindar dari masalah-masalah yang dapat menyulitkan
dirinya serta siswa mengetahui dan melaksanakan dengan baik seluruh kegiatan yang telah diprogramkan oleh sekolah baik intrakurikuler maupun ekstrakurikuler.

Leave a Reply