sma al muniroh

SEKILAS SEJARAH BERDIRINYA SMA AL MUNIROH

Ditulis oleh Risalatul Maunah (@maunaRisa)

Kecamatan Ujungpangkah merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Gresik yang terletak di pinggiran utara muara sungai bengawan Solo, dimana mayoritas penduduknya bekerja sebagai nelayan dan petani. Selain itu Ujungpangkah merupakan Kecamatan yang memiliki lingkungan yang agamis. Hal ini ditandai dengan berdirinya banyak pondok pesantren dan juga sekolah-sekolah yang berbasis agama di daerah tersebut. Salah satunya pondok pertama dan tertua adalah Pondok Pesantren Al-Muniroh Ujungpangkah Gresik yang dinaungi oleh Yayasan yang bernama Yayasan Al-Muniroh Ujungpangkah Gresik.

Pondok Pesantren Al-Muniroh Ujungpangkah dirintis dalam bentuk Madrasah Diniyah yang mendapat sebutan Langgar Panggung, terletak di kampung Kauman Pangkah Kulon (sampai sekarang masih berdiri), yang di perkirakan berdiri sejak tahun 1926 oleh Almaghfurallah K.H. Mawardi aba dari pendiri Pondok Pesantren Al- Muniroh. Perkembangan selanjutnya karena tuntutan lingkungan dan zaman saat itu, salah satu putra beliau K.H. Munir Mawardi telah mendirikan Pondok Pesantren Al-Muniroh yang lebih modern dan lebih lengkap.

(red- nara sumber) Sebelumnya Kepengurusan Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Al Muniroh diketuai oleh H. Faishal pada tahun 1980 M. Pada tahun 1981 sampai dengan tahun 1984, H. Faishal digantikan oleh H. Husein. Pada saat kepengurusan H. Husein itulah SMA Al Muniroh sebenarnya sudah berdiri, akan tetapi SMA Al Muniroh masih belum memiliki ruang kelas sendiri. Proses Pembelajaran SMA Al Muniroh pada waktu itu masih meminjam ruang kelas milik MA Al Muniroh yang sebelumnya adalah sekolah PGA (Pendidikan Guru Agama), Madrasah yang juga dalam naungan Yayasan Pondok Pesantren Al Muniroh.

Ruang Kelas SMA Al Muniroh saat itu masih menggunakan seng sebagai bangunan tempat belajar dan letak ruang kelas sementara tersebut di sebelah Barat komplek Sekolah Al Muniroh di jalan Pendidikan No 1. menghadap pohon sawo besar. Sekarang Bangunan SMA Al Muniroh terletak di sebelah Timur Kompleks Sekolah Al Muniroh yang dulunya adalah lahan parkir yang kemudian dibangun untuk menjadi ruang kelas SMA Al muniroh dan dipergunakan sampai saat ini. Lahan yang digunakan untuk membangun gedung SMA Al Muniroh bersumber dari Tanah Yayasan, Tanah waqaf H. Jamil, dan H. Bajuri.

SMA Al Muniroh didirikan atas inisiatif para pendirinya (KH. Abdullah Munir) dan masyarakat untuk menambah kelengkapan jenjang pendidikan di bidang umum karena pada waktu itu masih belum ada sekolah jurusan umum. Selain itu, SMA Al Muniroh di dirikan untuk memenuhi keseimbangan mata pelajara agama.  Satu-satunya sekolah umum tingkat menengah atas yang ada di ujungpangkah adalah SMA Al Muniroh.

Tokoh-tokoh yang berperan dalam mendirikan SMA Al Muniroh dari pihak Ndalem Pondok Pesantren Al Muniroh adalah KH. Abdullah Munir (Mas Dullah/Mas Dowo) putra ketiga KH. Munir Mawardi dari ibu yang pertama Nyai Mardleyah yang pada waktu itu Mas Dowo (panggilan akrabnya) sedang menjabat sebagai Pegawai Negeri saat Presiden Soeharto. Sedangkan tokoh dari masyarakat luar yang berperan penting dalam mendirikan SMA Al Muniroh diantaranya adalah H. Muhajalin, H. Faishal, H. Abdul Aziz, H. Husein dan banyak lagi.

Ketika tahun 1986 M, kepengurusaan Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Al Muniroh diganti oleh H. Abdul Aziz. Diantara tahun 1984-1986 M KH. Abdullah Munir mempunyai inisiatif untuk membangun gedung SMA Al Muniroh sendiri dibantu oleh Ketua Umum yayasan H. Abdul Aziz untuk dipindahkan ke sebelah Timur di atas tanah Yayasan, Tanah waqaf H. Jamil, dan H. Bajuri. Inisiatif pemindahan tersebut membuat Jalan arah Timur ke Barat yang harusnya di tengah-tengah halaman kompleks saat ini dipindahkan ke sebelah Utara Komplek sekolah pada saat ini yang menjadi jalan Sumber Suci.

Saat akan mendirikan gedung SMA Al Muniroh inilah terjadi sedikit gejolak sumber pendanaan. Untuk membangun gedung SMA Al Muniroh diajukanlah bantuan kepada Presiden Soeharto dibantu oleh tokoh-tokoh masyarakat lainnya yang memiliki andil besar dalam suksesnya pembangunan tersebut diantaranya adalah H. Tholib, H. Kirom, H. Mukhtar, H. Sulkan dan H. Jamil. Saat akan meminta dana ke Presiden Soeharto terjadi tarik ulur antar pengurus dan masyarakat karena masyarakat takut pembangunan SMA Al Muniroh disangkutpautkan dengan politiknya pak Soeharto untuk menjadi Golkar, sedangkan mayoritas masyarakat dan Ndalem saat itu mengikuti PPP. Inisiatif untuk meminta bantuan dana pembangunan ke Pemerintah itu mengalami penolakan, KH. Abdullah Halim yang merupakan kakak Mas Dowo sangat menentang hal tersebut. Akhirnya diputuskan untuk tidak meminta bantuan dana pembangunan ke pemerintah dan dikumpulkanlah dana swadaya dari tokoh-tokoh dan masyarakat untuk membangun gedung sederhana SMA Al Muniroh.

Guru-guru SMA Al Muniroh yang mengajar pada saat itu melalui seleksi yang ketat, dan boleh mengajar atau tidaknya langsung ditashih oleh KH. Munir Mawardi pendiri dan pemangku Pondok Pesantren Al Muniroh pada waktu itu. Guru-guru pertama yang mengajar di SMA Al Muniroh diantaranya adalah Pak Muhaimin, Pak Mukhlas, Pak Khozin, Pak Salman, Pak Dawam, Pak Nur Hadi, dan Pak Sulaiman.

Pemenuhan guru pada waktu itu tidak mencukupi dari kalangan sendiri maka sebagian guru SMA Al Muniroh di datangkan dari luar kota, bukan penduduk asli Ujungpangkah, sehingga selama mereka mengajar mereka menempati rumah para pengurus dan dijamin tempat tinggal dan makanannya karena saat itu guru SMA Al Muniroh tidak digaji. Jumlah siswa pertama SMA Al Muniroh jurusan IPA berjumlah 9 siswa dan jurusan IPS berjumlah 21 siswa.

Pada Tahun 1983-1984 status SMA Al Muniroh masih “Terdaftar” dan ikut induk di SMAN Sidayu. Akhir jabatan Kepala Sekolah Pak Ali Ridlo SMA Al Muniroh berstatus “Diakui”. SMA Al Muniroh mendapatkan “Akreditasi B” saat Kepala Sekolah Pak Dimyati dan pak Syaifuddin. Saat Kepala Sekolah Pak Anam SMA Al Muniroh mendapatkan “Akreditasi A” sampai saat ini SMA Al Muniroh status Akreditasi A.

Berikut nama-nama Kepala SMA Al Muniroh dari tahun ke tahun.
Nama Kepala Sekolah Periode
1. Drs. Subakir 1983-1984
2. H. Ali Ridlo, S.H. 1985-1992
3. A. Dimyati Afifi, S.H. 1993-1996
4. Drs. H. Makhrus Munir 1997-2002
5. H. Syaifuddin, S. Pd. 2003-2007
6. Syamsul Anam, S.Pd.I., S.Pd., M. Pd, 2008-2018
7. H. Muhammad Agus Suudi Faiz, S.H. 2019- Sekarang*)

*)sejarah ini dituis 2022
SMA Al Muniroh merupakan sekolah SMA pertama di kecamatan Ujungpangkah. Sejak didirikannya hingga saat ini, SMA tersebut berjalan dengan lancar dan selalu mengembangkan diri menjadi sekolah yang bisa menjadi tauladan bagi sekolah yang lainnya. Berdasarkan hasil Akreditasi, maka SMA Al-Muniroh Ujungpangkah telah diakui oleh Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) dengan Nomor Induk Sekolah (NIS) 300190 Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) 20500662. SMA Al Muniroh telah menjadi Sekolah Standar Nasional (SSN), Status Akreditasi A, Sekolah Berbasis Keunggulan Lokal (PBKL).

Sumber : H. Abdul Aziz, Drs, A. Tamim HG, Abdul Qodim, Fatatik Nuriyah, S.E, website YPPP Al Muniroh.

akan terus dikoreksi dan disempurnakan